Polemik Biaya Kuliah di UI: Biaya Profesi FKG UI

Biaya kuliah di UI semakin menimbulkan polemik. Dengan berbagai fakta permasalahan penetapan BOP-B, kini UI menaikkan biaya profesi beberapa program, salah satunya di Fakultas Kedokteran Gigi. Dana Pengembangan (DP) Profesi FKG tahun ini naik menjadi 15 juta dari yang awalnya 10 juta dengan tanpa sosialisasi yang jelas. Angka kenaikan sejumlah itu tentu merupakan angka yang besar bagi banyak kalangan.

 

Program S1 Profesi FKG UI merupakan program yang harus ditempuh oleh mahasiswa FKG setelah dia menamatkan program S1 reguler untuk mendapat gelar drg. Tanpa mengikuti program ini maka mahasiswa FKG hampir mustahil dapat menjadi dokter gigi profesional. Dalam hal biaya kuliah, terdapat perbedaan biaya yang signifikan antara S1 Reguler dan S1 Profesi di FKG UI. Untuk S1 Reguler, mahasiswa FKG UI membayar DP yang berkisar antara 0-25 juta dan membayar BOP semesteran yang berkisar antara 100 ribu-7,5 juta. Dengan kata lain mereka dapat membayar kuliah dengan sistem BOP-B. Setelah tamat S1 Reguler, mahasiswa FKG yang ingin mendapat gelar drg. untuk dapat menjadi dokter gigi profesional harus menempuh program S1 Profesi dengan membayar DP sebesar 15 juta dan BOP 7,5 juta tanpa ada sistem BOP-B. Ambilah contoh mahasiswa A angkatan 2009 saat pertama kali masuk FKG, dia hanya membayar BOP-B sebesar 1 Juta per semester dan Uang Pangkal 500 ribu, maka saat dia menempuh S1 Profesi dia wajib membayar BOP sebesar 7,5 juta per semester dan DP sebesar 15 juta. Lantas mampukah dia yang awalnya hanya membayar 1 juta per semester pada saat S1 Reguler, menjadi harus membayar 7,5 juta per semester dan DP sebesar 15 juta pada saat S1 Profesi?

 

Pada awalnya tidak ada Dana Pengembangan (DP) di S1 Profesi FKG UI. DP ini mulai diberlakukan sejak tahun 2010 untuk mahasiswa FKG angkatan 2007, sebesar 10 juta. Berikut perincian biaya profesi di FKG dari angkatan 2006 sampai seterusnya.

 

angkatan 2006 –> DP 0 –> BOP 2 juta

angkatan 2007 –> DP 10 juta –> BOP 2 juta

angaktan 2008 –> DP 10 juta –> BOP 7,5 juta

angkatan 2009 –> DP 15 juta –> BOP 7,5 juta

angkatan 2010 dst –> DP ? –> BOP ?

 

Dari tabel di atas dapat dilihat terdapat tren kenaikan biaya kuliah untuk program S1 Profesi FKG UI. Jika dibandingkan dengan FKG PTN lain seperti FKG Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Universitas Sumatera Utara, Uiversitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, mereka tidak membebankan biaya Dana Pengembangan di awal masuk profesi dan rata rata BOPnya berkisar antara 1-6 juta rupiah. Berikut resume biaya profesi Universitas-universitas tersebut.

 

UNAIR –> DP 0 –> BOP 6 juta (sistem keringanan)

UGM –> DP 0 –> BOP 2 juta

UNPAD –> DP 0 –> BOP 2 juta

UNIBRAW –> DP 0 –> BOP 3.5 – 5.5 juta

UNSRI –> DP 0 –> BOP 3 juta

USU –> DP 0 –> BOP Reguler : 1 juta

 

Jika dibandingkan dengan biaya profesi di perguruan tinggi negeri lain, maka biaya FKG UI relatif jauh lebih mahal. Salah satu alasan mahalnya biaya profesi menurut dekanat FKG UI adalah karena Student Unit Cost (SUC) FKG UI yang tinggi, yaitu mencapai lebih dari 50 juta. Akan tetapi, ketika pihak BEM UI dan BEM FKG UI meminta data tentang SUC tersebut, pihak dekanat FKG UI tidak memberikan dan mengatakan bahwa SUC FKG bisa langsung diminta di rektorat UI. Saat BEM UI dan BEM FKG UI meminta SUC FKG ke rektorat, pihak rektorat menyatakan tidak memiliki SUC FKG tersebut. Dari sini timbul dua kejanggalan, pertama adalah pernyataan dekanat FKG UI bahwa SUC FKG bisa diminta di rektorat ternyata tidak benar dan kedua adalah fakta bahwa rektorat UI tidak memiliki SUC FKG tapi pihak rektorat MENANDATANGANI SK KENAIKAN BIAYA PROFESI FKG. Dengan fakta ini, maka timbul pertanyaan, jika rektorat UI tidak memiliki data SUC FKG, bagaimana mungkin mereka dapat menyetujui kenaikan biaya profesi FKG yang besar tersebut? Apa pertimbangan rektorat untuk menyetujui kenaikan biaya kuliah kalau bukan SUC?

 

Alasan lain dari pihak dekanat FKG adalah perbaikan dan pembangunan fasilitas klinik (klinik integrasi pedo dan asrama tangerang). Akan tetapi, berdasarkan evaluasi kasar mahasiswa dari angkatan 2007 dan 2008 yang telah menjadi ‘korban’ kenaikan biaya profesi ini, fasilitas yang dijanjikan sebelumnya ternyata tidak sebanding dengan biaya yang telah mereka keluarkan. Bahkan bisa dikatakan sama saja dengan tahun tahun sebelumnya yang dirasakan angkatan 2006 ke atas.

 

Itulah sedikit pemaparan mengenai carut marut biaya profesi FKG yang selama ini tidak terlalu terdengar. Sebagai informasi, bukan hanya S1 Profesi FKG UI saja yang mengalami hal tersebut, akan tetapi beberapa program S1 Profesi jurusan lain juga mengalami hal yang mirip. Sebagai mahasiswa UI yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual, tentu kita tidak bisa diam saja melihat hal ini. Mari merapatkan barisan kembali dalam gerakan!