Pada hari Rabu, 10 Juli 2019, BEM Fasilkom UI 2019 yang terdiri dari Pengurus Inti, Badan Pengurus Harian, dan Biro Humas mengadakan kunjungan “Company Visit” ke GO-JEK Headquarter yang berada di Gedung Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan. Company Visit ini merupakan program kerja dari Biro Humas dalam rangka membangun relasi dan bertukar wawasan dengan pihak eksternal Fasilkom dan Universitas Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan mempererat relasi dengan pihak eksternal, yaitu GO-JEK, serta menambah pengetahuan mengenai sistem kerja dari perusahaan GO-JEK.

Company Visit ini diawali dengan penyambutan dan perkenalan oleh pihak GO-JEK, kemudian dilanjutkan dengan office tour atau tur keliling kantor. Di office tour ini kami diajak berkeliling dan melihat-lihat suasana kantor, ruang kerja, pantry, dan fasilitas menarik yang ada di GO-JEK, seperti GO-PLAY (ruangan arcade untuk bermain), GO-GYM (ruangan gym), GO-YOGA (ruangan untuk yoga), dan lain-lain. Kami juga dijelaskan filosofi dan penjelasan dari penuansaan ruangan dan kantor di GO-JEK.

Selama office tour tersebut, kami juga dijelaskan mengenai 3 pilar-pilar yang membangun GO-JEK, yaitu Speed, dalam bekerja GO-JEK dituntut untuk cepat, serta selalu mau untuk belajar dan berkembang; Innovation, GO-JEK berusaha untuk meningkatkan pelayanannya melalui inovasi dalam penyelesaian masalah bagi pengguna; dan Social Impact, GO-JEK selalu berusaha menciptakan impact bagi para employee dan dari user GO-JEK itu sendiri.

Setelah office tour, kami diajak ke auditorium untuk melakukan sharing session bersama salah satu employee GO-JEK yang juga merupakan alumni Fasilkom UI angkatan 2014, yaitu Muhammad Farabi atau yang biasa dipanggil Abi. Beliau merupakan salah satu Product Engineer di GO-JEK. Selama sharing session berlangsung, beliau menjelaskan cerita awal mula perjalanan terbentuknya GO-JEK, pengalamannya saat kuliah dan proses apply di GO-JEK, alasannya melanjutkan karir di GO-JEK, hal-hal apa saja yang didapatkannya selama bekerja di GO-JEK, dan masih banyak lagi.

Beliau menjelaskan beberapa alasan memilih untuk melanjutkan karir di GO-JEK antara lain, Growth Oppurtinity — GO-JEK memiliki orang-orang terbaik di bidangnya, Meaningful Impact — impact yang diberikan oleh GO-JEK dapat dirasakan setiap hari secara langsung oleh banyak orang, dan Culture Like No Other — budaya sederhana yang diterapkan, seperti sharing, critism, serta menerima feedback dapat membuat orang menjadi lebih baik dan berkembang.

Di akhir sesi, beliau memberikan motivasi untuk menemukan motivasi dan interest apa yang akan kita tekuni, menjaga pergaulan dengan orang-orang yang positif, mulai menentukan journey dari karir yang akan ditempuh, membangun koneksi dan relasi baru ke orang-orang yang sudah lebih ahli, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir, beliau juga berpesan bahwa soft skill itu memiliki peran yang besar dan penting, serta kemampuan berkomunikasi dan percaya diri adalah salah satu kunci agar menjadi lebih sukses.

Setelah sharing session berakhir, kegiatan dilakukan dengan games yaitu Brainstorming dan Pitching Idea mengenai inovasi produk yang belum ada dan mungkin bisa dikembangkan oleh GO-JEK. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang berisikan 5-6 orang dan diberikan waktu selama 30 menit untuk berdiskusi dan menyampaikan kreativitas di kelompoknya, serta menuliskan ide tersebut di selembar kertas. Kemudian secara bergiliran setiap kelompok mempresentasikan idenya di depan auditorium kepada audiens. Beberapa pertanyaan dan feedback juga dilontarkan oleh kelompok lain, maupun dari employee GO-JEK yang ada di ruangan.

Kegiatan Company Visit ini ditutup dengan sesi tanya jawab, pemberian plakat, dan foto bersama. Dengan diadakannya Company Visit ke kantor GO-JEK ini bisa menjadi sarana pembelajaran, meningkatkan kekeluargaan antar dua belah pihak, serta dapat menjadi motivasi bagi para peserta Company Visit.

X