KARYA SBF: Main Hakim Sendiri?

Perbuatan main hakim sendiri berarti menghukum suatu pihak tanpa melalui proses yang sesuai hukum. Misalnya, orang ketahuan sedang mencuri lalu dipukuli atau kadang juga ditelanjangi ramai-ramai. Menurut gue, perbuatan ini jelas tidak benar. Kenapa tidak benar? Karena seperti disebutkan diatas, perbuatan ini tidak sesuai dengan hukum, selain itu juga dapat berakibat fatal. Tindakan main hakim sendiri yang belakangan ini banyak terjadi di masyarakat membuat gue bertanya-tanya, mengapa mereka melakukan itu dan buat apa? Terlebih lagi korban main hakim sendiri kebanyakan hanya melakukan tindakan yang cenderung sepele.

“Biar kapok dia!”

Kalau karena alasan untuk membuat jera, bukankah ada hukum yang mengatur tindak kejahatan yang dilakukan? Ingat kita hidup di negara hukum. Tindak kejahatan harus di selesaikan sesuai hukum yang ada, bukan seenaknya.

“Mau balas dendam gue!”

Ini nih. Percaya deh kalau lo gebukin orang cuma alasan balas dendam, apalagi sampai orangnya itu tewas, yang rugi ya lo sendiri. Orangnya mati, yaudah. Lo nya yang dipenjara. Kalaupun orangnya ga mati juga, lo tetep rugi. Nikmatnya dendam yang terbalaskan tetap ga sebanding dengan waktu yang bakal lo habiskan di penjara. Diatur di pasal 351 dan 170 KUHP, hukuman maksimalnya sampai 12 tahun!

Gue juga bingung, kenapa orang-orang yang menyaksikan/melihat tindakan ini justru memilih merekam dan mengambil foto, bukannya melerai. Apakah memiliki video/foto viral zaman sekarang lebih penting daripada menolong orang yang sedang dipukuli, mungkin sampai tewas? Apakah sudah hilang rasa perikemanusiaan kita yang katanya makhluk paling sempurna ciptaan Tuhan?

Beberapa kasus warga yang main hakim sendiri pun menyerang terduga pelaku tanpa mengetahui apakah terduga pelaku sendiri memang berniat berbuat jahat atau tidak. Ini kadang juga membuat gue kesal sendiri. Tidak tahu fakta sebenarnya tiba-tiba menuduh. Ada yang dibakar hidup-hidup, ada yang ditelanjangi dan diarak, saat mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan yang pantas dihukum sedemikian berat. Sebegitu tidak berartinya kah pandangan terhadap hidup seorang manusia di zaman sekarang?

Tetapi tindakan main hakim sendiri juga bukan sepenuhnya salah pelaku sendiri, gue ngerti. Tidak sedikit kasus dimana pelaku kejahatan dihukum dengan hukuman yang tidak setimpal, atau bahkan lolos dari jeratan hukum.

Jadi pesan gue, kita harus sadarlah bahwa kejahatan sudah ada hukum yang mengatur. Kita sebagai warga negara memiliki kewajiban melaporkannya kepada pihak yang berwenang,
serahkanlah urusannya kepada mereka, jangan diselesaikan sendiri. Jika menemukan tindakan main hakim sendiri, laporkan ke polisi secepatnya dan berusahalah untuk melerai.

Dan bagi para penegak hukum diatas sana, junjung tinggi keadilan. Konsisten dan tegaslah dalam menegakkan hukum. Beri hukuman yang setimpal kepada para pelaku kejahatan, agar tidak mengecewakan masyarakat. Karena saat masyarakat sudah tidak percaya dengan hukum, maka saat itu pula hukum tidak dihiraukan dan dampaknya tindakan main hakim sendiri itu semakin marak.

Tulisan ini hanya bentuk keresahan gue sebagai bagian dari masyarakat, karena tindakan main hakim sendiri menurut gue adalah tindakan primitif yang tidak pantas dilakukan di zaman yang katanya modern ini.

 

Rhendy Rivaldo
Ilmu Komputer 2017
1706039982

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X