#READMEdotMD ver 1.4 : Media Pencuri Data?

#READMEdotMD ver 1.4 : Media Pencuri Data?

Bagaimana rasanya jika kita manusia, bisa menghubungi kerabat kita yang jaraknya jauh dari kita, lalu membagikan momen-momen yang diabadikan oleh kamera, dan membagikannya dengan teman-teman di sebuah platform, atau bahkan menuju suatu tempat yang belum kita ketahui rutenya dengan hanya beberapa sentuhan jari dari ponsel pintar kita, menuju aplikasi yang kita inginkan. Facebook, Instagram, LINE, dan Whatsapp, Waze merupakan sebagian kecil dari buah hasil perkembangan teknologi yang sangat pesat. Buat teman-teman generasi 90-an pasti pernah merasakan dunia tanpa teknologi yang semaju sekarang.

Tapi apakah kalian menyadari suatu hal, bahwa setiap kalian pertama kali menggunakan satu aplikasi, anda pasti selalu akan melihat tampilan sesuai foto yang ada di post ini, yang secara umum merupakan tampilan otentikasi bahwa mereka bisa mengakses data-data pribadi kalian, seperti biodata, lokasi, dan bahkan catatan panggilan yang ada di ponsel pintar anda. Beberapa waktu lalu, ada sebuah cuitan di Twitter dari satu akun @insideErick yang tujuannya mengungkap keburukan Facebook selama ini yaitu mengambil data-data pribadi anda.
(https://twitter.com/InsideErick/status/977042970833649664?s=19)
Di sini, prinsip data privacy atau privasi data sangatlah krusial. Menurut KBBI, pri∙va∙si /pri∙va∙si/ nomina ~ kebebasan, keleluasaan pribadi; sedangkan da∙ta /da∙ta/ nomina ~ keterangan yang benar dan nyata. Intinya, privasi data adalah keleluasaan terkait keterangan pribadi yang mengenai seseorang, seperti biodata, ataupun yang terkait dengan anda, seperti lokasi aktual anda.

Sebenarnya, privasi data sudah diatur dalam undang-undang, salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya akan disebut UU ITE) yang sudah cukup detil menjelaskan aturan-aturan terkait perlindungan data pribadi dan sanksi yang diterapkan apabila aturan tersebut dilanggar. Salah satunya adalah Pasal 26 UU ITE, yang mensyaratkan bahwa penggunaan setiap data pribadi dalam sebuah media elektronik harus mendapat persetujuan pemilik data bersangkutan. Setiap orang yang melanggar ketentuan ini dapat digugat atas kerugian yang ditimbulkan. Bunyi Pasal 26 UU ITE adalah sebagai berikut:
1) Penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.
2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.

Dan, masih banyak pasal-pasal yang berhubungan terkait privasi data. Namun sangat disayangkan, masyarakat Indonesia masih kurang akan pencerdasan terkait privasi data, sehingga kurang sadar akan pentingnya menjaga data pribadi anda. Salah satu contoh kasus yang bahkan saya sendiri sudah alami adalah pada saat pengguna baru pertama kali menggunakan suatu aplikasi, tidak memperhatikan syarat dan ketentuan sebelum menggunakan aplikasi tersebut, yang kalau kita perhatikan dengan seksama, sering kali meminta akses data pribadi kita. Namun, karena terkadang dilabelkan dengan kesan berbelit-belit, kita dengan mudah mengabaikan syarat dan ketentuan, dan tanpa sadar memberikan akses kepada pihak ketiga akan data pribadi kita. Mungkin yang baru terungkap ke media massa maupun media sosial hanya Facebook, tetapi aplikasi-aplikasi lain pun pada umumnya melakukan hal yang sama.

Bukannya mengajak teman-teman untuk tidak menggunakan aplikasi, tapi seenggaknya lebih cermat lagi akan kebijakan-kebijakan yang diatur untuk penggunaan aplikasi, karena tidak menutup kemungkinan untuk aplikasi-aplikasi lain melakukan hal yang sama seperti Facebook. Tidak ada yang mau diikuti orang misterius karena kalian kita memberi akses lokasi kita dari ponsel pintar kita, tidak ada juga yang mau tiba-tiba PIN kartu kreditnya diubah karena kita memberi akses data pribadi yang diperlukan untuk mengubah PIN tersebut. Jadi, mari kita sama-sama menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan kritis, dan tingkatkan lagi kesadaran akan kepentingan privasi data!

#READMEdotMD
#AKSIdotEXE

Daftar Pustaka:

“Privasi.” Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
2008. kbbi.kemdikbud.go.id. Web. 24 Maret 2018.

“Data.” Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008.
kbbi.kemdikbud.go.id. Web. 24 Maret 2018.

Anonim. “Dasar Hukum Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet”.
perlindungan-data-pribadi-pengguna-internet (24 Maret 2018)

Gosta, Demis Risky. “Indonesia Butuh Aturan Soal Privasi Data”
http://industri.bisnis.com/read/20170426/105/648462/indonesia-butuh-atur
an-soal-privasi-data

Oleh: Samuel Dimas Partogi Siahaan

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM Fasilkom UI 2018
#KolaborasiDalamAksi
@BEMFasilkomUI
bem.cs.ui.ac.id

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X