#READMEdotMD ver 1.7 : E – Government? Baik atau Buruk?

#READMEdotMD ver 1.7 : E – Government? Baik atau Buruk?

Aplikasi dan pengembangan e-government sebagai suatu instrumen untuk mencapai suatu efektivitas dan efisiensi. Juga untuk membangun transparansi dan pembersihan kinerja pemerintah demi meningkatkan kualitas kerja mereka dalam pelayanan publik. Karena itu, perlu usaha meminimalkan atau bahkan menghilangkan praktek maladministrasi dengan memanfaatkan informasi dan teknologi komunikasi (TIK), maka kontak langsung antara penyedia layanan dan pengguna jasa tidak lagi terjadi. Di Indonesia, kesempatan untuk itu sudah ada dengan tujuan mendukung perubahan pada pemerintahan yang demokratis, memfasilitasi komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, memastikan pelaksanaan prinsip-prinsip pemerintah yang baik, dan memfasilitasi transformasi menuju masyarakat informasi.

E – Government dapat diaplikasikan di berbagai institusi di pemerintahan seperti di legislatif, yudikatif, atau administrasi publik. Keuntungan yang diharapkan dari penerapan e – government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik. Tantangan yang mungkin dihadapi oleh pemerintah yaitu besarnya biaya untuk merubah manajemen yang sudah ada. Karena semua barang yang berhubungan dengan teknologi masih tergolong mahal. Apalagi di Indonesia masih sedikit teknologi buatan negeri yang dapat digunakan dan mengharuskan impor dari luar negeri. Dan keterlibatan pihak non – pemerintah juga dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi apabila ingin menerapkan e – government.

Dan mengapa kita memerlukan e – government? Karena kita harus mempercayai bahwa dengan melibatkan teknologi informasi di dalam kerangka manajemen pemerintahan dapat memberikan sejumlah manfaat. Manfaatnya seperti dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki proses transparansi dan akuntabilitas, mencapai kebijakan ekonomi, mereduksi biaya transaksi, komunikasi, dan interaksi, juga menciptakan masyarakat berbasis komunikasi informasi yang lebih berkualitas.

Lalu dampak negatif apa yang akan terjadi? Banyak orang yang takut akan kehilangan pekerjaan, karena posisinya dapat digantikan dengan teknologi. Dapat juga membuat kekhawatiran akan kehilangan kekuasaan dan otoritasnya di pemerintahan. Selain itu masih banyak juga yang belum mampu untuk menggunakan teknologi tersebut. Dan bisa menyebabkan pendapatan ‘ tidak resmi ‘ akan hilang. Tetapi ada cara yang dapat dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi yaitu menyelenggarakan pelatihan – pelatihan penggunaan aplikasi e – gov. Dapat juga melibatkan pihak luar sebagai narasumber untuk evaluasi dan perbaikan kinerja kerja. Dan juga membuat lingkungan yang memaksa untuk menggunakan e – gov. Kampanye dan media bombing juga dapat digunakan guna memperluas publikasi. Dan yang terakhir karyawan dapat diberikan banyak penghargaan atau apresiasi agar mereka bekerja lebih baik dan selalu nyaman saat mereka bekerja.

Harapan saya adalah agar pemerintah bisa segera menerapkan e – gov ini. Karena di masa sekarang ini teknologi informatika sedang sangat berkembang dan tidak pernah mengalami kemunduran. Oleh karena itu diperlukan agar pemerintahan Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang sudah lebih maju. Dan masyarakat agar lebih bisa diedukasi mengenai teknologi informasi ini secara meluas bukan hanya sebagian kalangan saja. Dan e – gov ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk Indonesia menjadi negara maju. Dan yang terakhir dapat mengembangkan teknologi nya sendiri bukan hanya bergantung kepada negara lain.

Referensi : https://manfaat.co.id

Oleh: Daffa M. Rayhan

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM Fasilkom UI 2018
#KolaborasiDalamAksi
@BEMFasilkomUI
bem.cs.ui.ac.id

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X