#READMEdotMD ver 2.8 : Pemimpin VS Rakyat

#READMEdotMD ver 2.8 :  Pemimpin VS Rakyat

Akhir – akhir ini kita sering sekali mendengar, membaca atau bahkan ikut dalam perdebatan mengenai pemimpin yang ada di Indonesia. Mungkin bisa saya katakan perdebatan mengenai sosok pemimpin tidak akan pernah selesai, karena tidak ada sosok pemimpin yang sempurna dan bisa didukung oleh semua masyarakat Indomesia. Sebelumnya seperti yang kita tahu, Indonesia merupakan negara demokrasi. Lalu apa sebenarnya negara demokrasi itu sendiri? Negara demokrasi adalah negara yang menganut sistem pemerintahan dengan mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan atau kedaulatan berada ditangan warganegara) yang dijalankan oleh pemerintah yang menjalankan hak dan wewenangnya atas nama rakyat Indonesia. Dengan pengertian itu bisa kita simpulkan bahwa rakyat Indonesia yang menetukan mau dibawa kemana bangsa Indonesia ini.

Lalu yang akan saya bahas disini yaitu mengenai jika ada suatu masalah di Indonesia siapa yang harus disalahkan? Pemimpin kah? Atau rakyat? Mari kita bahas bersama. Pemimpin di Indonesia sudah pasti dipilih langsung oleh rakyat Indonesia, tidak mungkin oleh rakyat dari negara lain. Dengan begitu pemimpin yang dipilih merupakan pilihan dari rakyat Indonesia itu sendiri. Tapi bagaimana jika dalam pemilihan umum? Pasti ada lebih dari satu calon pemimpin dan pasti banyak rakyat yang bersaing agar pemimpin pilihannya bisa menang bukan? Karena itu mau tidak mau, suka tidak suka yang terpilih hanyalah satu pemimpin dan rakyat yang pemimpin pilihannya tidak terpilih harus menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, seharusnya. Kenapa saya bilang seharusnya, karena masih saja di zaman sekarang jika pilihannya tidak menang akan terjadi kerusuhan, demo, debat, dan sebagainya. Dan siapa yang dirugikan? Rakyat Indosia sendiri tentunya. Dan siapa yang harus kita salahkan jika terjadi seperti itu? Rakyat atau pemimpin? Silahkan jawab sendiri kepada pembaca sekalian yang budiman.

Yang kedua jika terjadi kemacetan, atau banjir, atau mungkin akhir akhir ini mengenai ASIAN GAMES dan juga isu kali item. Banyak orang yang tentunya menghujat pemimpin yang kerjanya males malesan, atau bahkan seakan berbicara “Ah coba si B yang kemaren jadi pemimpin pasti gak kayak gini” dan masih banyak lagi tentunya. Sekarang jika saya lihat faktanya yang memakai jalanan bukan hanya pemimpin atau dari kalangan pemerintah, tapi setiap individu dari rakyat Indonesia. Lalu jika timbul kemacetan apakah seluruhnya pemimpin yang salah? Saya rasa tidak. Lanjut mengenai banjir, jika masih banyak orang yang mengeluh rumahnya kebanjiran tapi masih saja membuang sampah sembarangan, dan setelah dapat banjir hanya menyalahkan pemimpin yang tidak bekerja dengan benar? Saya rasa masyarakat Indonesia yang seperti itu harus membeli cermin yang banyak di rumahnya. Yang terakhir mengenai kali item. Yang seperti kita tau cara mengatasi bau kali item adalah dengan menggunakan jaring jaring sehingga bau busuk tidak tercium di jalan. Tapi apa yang terjadi, bukan hanya rakyat kita sendri yang mengolok ngolok, bahkan warga negara asing pun malah membuat lelucon mengenai hal ini. Apakah seharusnya kita malu dengan semua itu? Seharusnya iya tetapi kenapa rakyat malah membuat lucu dan menyalahkan terus pemimpinnya. Mungkin mereka tidak sadar mereka tinggal di Indonesia. Lalu harus menyalahkan siapa? Pemimpin lagi kah? Saya rasa mereka dari kecil harusnya diberi ASI bukan permen susu mahal.

Pesan saya kepada pembaca seluruhnya saya harap sebelum kalian semua menyalahkan, mengolok olok, mencaci maki dan sebagainya, cobalah untuk mengintrospeksi diri sendiri. Apakah diri kita sendiri sudah benar? Apakah kita sendiri bisa mengatasi jika ada di posisi pemimpin? Apakah kita berhak untuk menyalahkan pemimpin jika ada masalah?. Saya beri perumpamaan, bukankah kita sudah diajarkan dari kecil oleh orang tua kita jika ada orang melakukan kesalahan dan mendapat masalah kita seharusnya memberi bantuan kepada mereka. Jangan malah memperburuk keadaan orang tersebut dengan kita hanya menyalahkan dan menjatuhkan dia. Seperti apa perasaan mereka jika kita melakukan hal tersebut? Mungkin itulah yang dirasakan para pemimpin. Dan juga apakah mereka yang seperti itu layak disebut sebagai manusia? Saya rasa manusia zaman purba lebih baik dari orang seperti itu. Kesimpulannya salahkan pemimpin atau salahkan rakyat? Silahkan pembaca simpulkan sendiri. Mohon maaf jika ada kekurangan, saya menulis dari keresahan pribadi (dan mungkin juga dirasakan orang lain), terima kasih.
*Tidak untuk manusia teori bumi datar dan manusia yang otaknya setengah sendok nyam-nyam

Sumber : https://www.kompasiana.com/www.ellydwirahayu.com/54f348167455137d2b6c6ef7/negara-demokratis

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM Fasilkom UI 2018
#KolaborasiDalamAksi
@BEMFasilkomUI
bem.cs.ui.ac.id

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X