#READMEdotMD ver 2.9 : SafeSearch Sekarang Beneran “Safe”

#READMEdotMD ver 2.9 :  SafeSearch Sekarang Beneran “Safe”

Siapa yang tidak tahu Google? Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi tersebut sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan aktivitas manusia pada umumnya. Salah satu penemuan awal dari Google yang membesarkan nama perusahaan tersebut adalah mesin pencari. Jika anda berniat membuka situsnya, pasti pengguna akan diarahkan menuju mesin pencarinya, bukan ke fitur-fitur lain yang ditawarkan oleh Google. Hampir segala jenis hal bisa dicari oleh mesin pencari Google. Dilansir dari salah satu aplikasi analisis Google, yaitu Google Trends, hal-hal mulai dari orang, mahkluk, otomotif, seni, dan masih banyak lagi dicari oleh pengguna Google di Maret 2018. Hal ini membuat Google banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Menurut data dari Google Trends juga, masyarakat Indonesia, dengan pengguna internet no-6 terbanyak di dunia, hampir 100 persen dari pengguna internet tersebut memulai dari Google untuk menemukan hal yang mereka inginkan. Hal-hal yang dahulu harus dicari secara konvensional, sekarang semuanya dimudahkan oleh Google.

Namun, dalam semua keuntungan yang diberikan oleh mesin pencari Google, pasti ada efek samping yang diberikan. Karena mesin pencari Google bisa mencari banyak hal, penggunanya terkadang mencari hal-hal yang buruk dan tidak sepantasnya dicari, karena kontennya yang tidak mendidik, seperti kekerasan, judi, ekstrimisme, dan yang paling populer, pornografi. Semenjak pornografi di internet resmi dilarang tahun 2008, pemerintah telah melakukan sedemikian banyak cara untuk memblokir situs pornografi, salah satunya adalah Internet Positif, yang bekerjasama dengan penyedia jasa internet di Indonesia, dan memblokir situs-situs terlarang lainnya. Tetapi, masih banyak celah teknologi yang bisa masyarakat Indonesia eksploitasi demi bisa mengakses situs terlarang itu.

Tetapi, di tahun 2018 ini, pemerintah telah mengambil beberapa langkah berani dalam membasmi pornografi internet di Indonesia. Awal bulan Agustus, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), bekerjasama dengan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia, dengan menginstruksikan semua penyedia jasa internet untuk melarang kemunculan situs pornografi di mesin pencari. Dengan demikian, Google, sebagai mesin pencari yang sering digunakan untuk mencari hal-hal demikian, sekarang secara default pengaturan SafeSearch akan selalu pada posisi menyala. Menurut beberapa pengakuan netizen di coconuts.co, mereka yang mencoba untuk mencari situs pornografi sekarang sudah tidak bisa diakses melalui mesin pencari Google. Pengamanan SafeSearch ini merupakan langkah lanjutan dari Kemenkominfo, yang pada beberapa bulan lalu mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan sistem sensor pornografi seharga US$ 14 juta, yang diklaim bisa memblokir konten negatif lainnya juga, seperti kekerasan, judi, dan ekstrimisme.

Kendati demikian, sama halnya dengan kejadian tahun 2008, pengguna internet pasti ada saja yang bisa membobol sistem tersebut, sehingga membuat segala usaha dan dana yang telah dikucurkan tersebut menjadi sia-sia. Masyarakat dan pelajar yang mendalami bidang teknologi informasi, pasti mengerti bagaimana sistem tersebut berfungsi dan di mana saja celah-celah untuk menembus pemblokiran tersebut. Pemerintah sering mendapat kritik dari masyarakat karena selalu satu langkah di belakang pengguna internet yang negatif, tidak berhasil menciptakan solusi yang konkrit atas pornografi internet yang tidak kunjung selesai. Tetapi, pendapat dari Direktur Jenderal bidang Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan, memberikan sedikit harapan pada penyelesaian masalah ini. Beliau mengatakan bahwa ini hanya langkah awal dari pembersihan konten negatif dari internet, beliau di Kemenkoninfo sudah membentuk tim yang secara khusus untuk merapihkan algoritma pencarian pengguna di berbagai media sosial, seperti Instagram, Twitter, dan beberapa media sosial yang lain.

Hal yang kita bisa lakukan kemudian adalah merespons positif upaya pemerintah, dengan cara mendukung secara moril melalui komentar yang positif, dan yang paling penting, bergerak dari diri sendiri, yaitu mengumpulkan niat untuk berhenti mencari hal-hal negatif di internet.

Sumber:

SafeSearch on: Indonesia IT Ministry instructs all ISPs to restrict pornography from search engines by tomorrow

https://www.indotelko.com/kanal?c=rm&it=kominfo-tapis-pornografi-search

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM Fasilkom UI 2018
#KolaborasiDalamAksi
@BEMFasilkomUI
bem.cs.ui.ac.id

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X